Malam tadi perjalalanan dari Lamongan ke Surabaya. sengaja mampir ke Stasiun Lamongan untuk beli karcis komuter.Lalu seperti biasa tetap sendirian duduk menunggu di samping komuter dengan sabar, karena komuternya baru berangkat sekitar pukul 18.30 dari Lamongan ke Surabaya.
Beberapa saat sebelum komuter berangkat, aku lalu naik dan mencari tempat duduk. tak disangka ternyata disebelahku duduk seorang ibu paruh baya yang tadi sempat menyapaku dengan senyumnya, saat kami sama2 menuju mushola untuk sholat Maghrib beberapa waktu yang lalu.
Kami lalu berbincang2, bercerita2 panjang lebar. . .ternyata beliau tiap pekan selalu menyempatkan untuk "sambang" k rumah anaknya yang di Lamongan. " Anak saya seusia laki2 satu2nya nak, seusiamu,dia polisi kebetulan dinas di Polres Lamongan. jadi tiap pekan saya selalu k Lamongan untuk mengunjungi putra saya nak", cerita ibu itu sambil senyum. Panjang lebar ibu itu bercerita padaku sampai akhirnya beliau bercerita tentang bagaimana perjuangannya membesarkan keempat anaknya dengan tanpa suami. sebab ditahun 1990an, ketika anak terakhirnya lahir, suaminya meninggal dunia karena sakit lever. jadi beliau mau tidak mau harus bisa bertahan hidup dengan keempat anaknya itu. hari2 dilalui beliau dengan berjualan bakso dan soto di RSUD dr. Soetomo. awalnya ku kira beliau pegawai RSUD, tapi ternyata tidak, kata beliau. . ."walaupun hanya mengandalkan satu petak kecil dibawah tangga lantai 4 RSUD dr. Soetomo itu saja, tapi ternyata saya bisa mbertahan hidup dan bisa menyekolahkan anak saya sihingga mereka semua kini bisa mandiri nak, apalagi saat pelantikan anak saya yang polisi ini nak, dalam hati saya berkata; alangkah bahagianya jika bapakknya bisa menyaksikan perjuangan ini, hingga sampai ke pelantikan ini", tetap dengan senyum dan mata yang sedikit berkaca2 ibu itu melanjutkan ceritanya.
Dalam hati aku hanya bisa melampiaskan maluku dengan kagum padanya, dan berkali2 kuucapkan Subhanalloh, ibu hebat...benar2 hebat... aku telah bertemu dengan perempuan hebat yang kesekian kalinya. . . perjuangan seorang ibu, yang bisa membesarkan keempat putranya dengan gagah berani, tiap pagi beliau lalui dengan bersepeda motor membawa barang dagangannya ke kantin Rumah Sakit, tanpa kenal lelah, meskipun banyak tetangga yang mencibir dan meremehkannya, tapi itulah kekuatan Do'a dan Usaha. . .
Sesampainya di Stasiun Pasar Turi, kami lalu meneruskan perjalanan bersama dengan Lyn C jurusan karangmenjangan. . .ibu itu turun duluan di pertigaan tambaksari, dan aku masih harus terus mengikuti jalan roda angkot sampe menuju unair kampus A.
Sesalku ibu itu trnyata yang membayari angkotku, sedangkan keadaanku karena sudah cukup malam dan posisi yang msh berada di dalam angkot bagian belakang tak mungkin mengejar dan menolak maksud ibu itu, aku hanya bisa berbicara semampuku " bu, ndak usah bu... " dan pak sopir angkotnya sudah keburu menjalankan angkotnya.
bener2 malu aku dibuatnya...( apa aku kelihatan melas bgt ya, sampe beliau yang bayar angkotku, he he trimakasih Bu Suroso atas semua nasihat dan pelajaran hidupnya :D)
Lamongan-Surabaya, 22 Januari 2010 :D
Jumat, 22 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar